Tuesday, May 17

Dilecehkan di sekolah, Fay.

Ada oknum guru SD yang tega berbuat asusila ke muridnya sendiri? 😔😔

Rusly Mho cerita ini terjadi di Bulukumpa. Seorang murid kelas 4 SD mengaku diancam wali kelasnya kalau gak mengikuti kemauan gurunya. Rusly bilang itupun akhirnya ketahauan setelah murid tersebut diejek temannya dan diselidiki guru ngajinya.

Kini kasusnya sudah mulai ditangani Polres, tapi Rusly jelaskan ada kemungkinan korban lain yang belum berani bicara. Makanya Ia buat petisi ini agar Polres Bulukumba mengusut tuntas kasus pelecehan terhadapa anak ini. Fay bisa dukung petisinya di bawah ini. 

Dukung Korban anak SD Pelecehan Seksual dan Hukum seberat-beratnya pelaku

4.252 orang telah menandatangani petisi Rusly Mho. Ayo capai target 5.000!

Tandatangani petisi dengan satu klik

Pada Rabu (27/04/22), telah terungkap dugaan kasus Asusila yang dilakukan oleh Guru Honorer pada Sekolah Dasar (SD) di kabupaten Bulukumpa yang mana Korban saat ini masih berumur 10 tahun dan sedang duduk dibangku kelas 4 SD.

Singkat cerita berdasarkan pengakuan korban, terduga pelaku yang merupakan wali kelas korban melakukan aksi pemerkosaan dengan memberikan pengancaman bahwa akan mengurangi nilai dari korban jika tidak menuruti ajakan bejatnya, bahkan menerima ancaman akan dikeluarkan dari sekolah. Diketahui terduga pelaku melakukan aksinya yang berlokasi di rumah terduga pelaku dan di ruang kantor sekolah, salah satu korban terakhir kali digauli pada tanggal 23 April 2022, korban diajak oleh terduga pelaku ke kamar untuk melakukan tindakan tidak wajar tersebut.

Kasus pun terungkap ketika korban diejek (bully) oleh teman-teman sebayanya, hingga diketahui oleh Guru mengaji (TPA) korban. Korban pun mengaku dan menceritakan kejadian yang menimpa siswi tersbut hingga turut diketahui oleh orang tua korban. 3 orang korban telah memberikan kesaksian, namun proses penyelidikan terus dilakukan karena ada indikasi adanya korban lain yang tidak berani bicara di hadapan public.

Orang tua korban membuat laporan polisi di PPA Polres Bulukumba pada Jumat (29/4) pekan lalu. Surat tanda terima laporan polisi oleh korban teregistrasi dengan nomor STTLP/B/272/IV/2022/SPKT/Polres Bulukumba/Polda Sulawesi Selatan. Komisi Perlidungan Perempuan dan Anak (KPPA) Kabupaten Bulukumpa juga telah meminta kepolisian untuk melakukan penyidikan lanjutan. Perkembangan terakhir dari Kasus ini adalah, menunggu keluarnya hasil visum dari ketiga korban.

Kasus ini merupakan satu dari sekian banyaknya kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak. Kekerasan seksual pada anak terjadi karena anak adalah pihak yang tidak berdaya, rentan menjadi korban manipulasi oleh iming-iming pelaku, padahal anak seusia korban adalah calon penerus bangsa yang semestinya di didik agar maju dan berkembang, bukan dijadikan pemuas nafsu untuk memenuhi kebutuhan biologis dari seorang kaum laki-laki, terlebih kasus tersebut dilakukan oleh oknum guru selaku orang tua di sekolah, hal ini tentunya sangat mencoreng nama baik dunia pendidikan di Indonesia.

Maka dengan ini kami dari Aliansi Peduli Perempuan dan Anak Desa Tibona mengambil sikap untuk mengawal tuntas kasus ini, dan berdiri bersama korban, serta memohon kepada pihak berwajib untuk melaksanakan dan menerapkan beberapa poin yang menjadi tuntutan kami:

1.  Mengutuk keras tindakan pelaku

2.  Meminta aparat penegak Hukum agar tegas menangani kasus ini

3.  Menghukum seberat-beratnya pelaku sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku (Undang-Undang Pasal 82 UU RI No 17 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak)

4.  Meminta kepada Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak untuk memberikan pendampingan Hukum maupun Psikis.

5.  Menghimbau kepada pemerintah kabupaten dalam hal ini Bupati Bulukumba untuk turut mengawal kasus pelecehan ini.

Tandatangani petisi dengan satu klik

Lihat halaman petisi

Di Change.org, kami percaya pada suara masyarakat. Adakah yang ingin kamu ubah?


Apakah email ini membantu?

1
2
3
4
5

Tidak membantu

Membantu

Thursday, May 12

Kamu healing, alam hilang kena banjir?

Bikin tempat buat healing tapi malah bikin pusing karena banjir?😩

Ini terjadi di Cisoka dan Margawindu Kabupaten Sumedang. Supian Apandi cerita kalau udah dua kali ada banjir bandang yang bikin rugi masyarakat dan merusak fasilitas yang ada.
Katanya, ini terjadi karena banyak pembangunan vila-vila, rumah liar dan juga wisata di sepanjang sempadan sungai Cisoka. 

Makanya, lewat petisi ini, dia minta bantuanmu agar banjir tak lagi terjadi di Cisoka dan Margawindu.
Kamu mau dukung, Fay? 

Tolak Pembangunan Villa/Liar di Cisoka dan Margawindu

47 orang telah menandatangani petisi Supian Apandi. Ayo capai target 100!

Tandatangani petisi dengan satu klik

Dengan adanya 2 (dua) kali kejadian banjir bandang di Cisoka dan Margawindu Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang, banyak merugikan masyarakat dan merusak fasilitas umum dan sosial, maka dengan ini kami dari DPD BAPERA SUMEDANG mengajak kepada seluruh masyarakat dan Pemerhati Lingkungan untuk :

  1. Menolak tegas pembangunan Villa dan atau Rumah Liar di sempadsn Sungai Cisoka dengan alasan apapun.
  2. Menutup ijin wisata yang berada di sempadan Sungai Cisoka 
  3. Menolak adanya Rencana Redistribusi Eks Perkebunan Cisoka untuk kepentingan bisnis. 

Mohon untuk kontribusinya bagi keselarasan dan keselamatan alam untuk anak cucu kita.  Jangan lupa untuk dibagikan link Petisi ini melalui WA Group ataupun media sosial lainya. 

Tandatangani petisi dengan satu klik

Lihat halaman petisi

Di Change.org, kami percaya pada suara masyarakat. Adakah yang ingin kamu ubah?


Apakah email ini membantu?

1
2
3
4
5

Tidak membantu

Membantu

Wednesday, May 11

Rumahnya hancur, makanan pun sulit didapat?? 😩😫

Fay, satu kota ini lenyap karena diserang tentara Rusia?

Kitty Prokhorenko bilang, kota Mariupol di Ukraina kini musnah karena serangan tentara Rusia. Warganya terpaksa mengungsi ke daerah pabrik. Kitty bilang mereka juga kekurangan makanan & sampai sekarang tentara Rusia masih terus menyerang mereka.

Karena itulah Kitty meminta PBB membantu evakuasi warga yang terjebak di daerah konflik. 

Selamatkan Mariupol

8 orang telah menandatangani petisi Kitty Prokhorenko. Ayo capai target 100!

Tandatangani petisi dengan satu klik

Kami, para aktivis, organisasi non-pemerintah dan nirlaba, politisi dan selebriti yang bertanda tangan di bawah ini, menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan para pemimpin regional dari seluruh dunia segera menjalankan sebuah prosedur untuk mengeluarkan (extraction) atau mengevakuasi warga sipil maupun tentara di wilayah konflik, prosedur ini terdiri dari:

1. Melanjutkan sidang khusus Majelis Umum PBB yang ke-11 untuk mempertimbangkan situasi kemanusiaan di Mariupol akibat agresi terhadap Ukraina.

2. Majelis Umum mengadopsi resolusi yang mewajibkan Federasi Rusia untuk memastikan evakuasi semua orang ke wilayah yang dikendalikan oleh pemerintah Ukraina atau ke wilayah negara ketiga yang aman.

3. Menyerukan semua pemimpin dunia untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk memastikan dan menerapkan resolusi, serta bertindak sebagai penjamin keamanan.

Sebab, saat ini penduduk sipil serta tentara yang mempertahankan kota mengalami kondisi yang tidak manusiawi.

Sejumlah pemimpin dunia telah mengakui tindakan negara agresor (Rusia) sebagai genosida terhadap rakyat Ukraina. Angkatan Bersenjata Federasi Rusia terus melanggar aturan perang, yang sebagian sudah tercermin dalam Resolusi Majelis Umum PBB tanggal 7 April 2022 tentang penangguhan hak keanggotaan Federasi Rusia di Dewan Hak Asasi Manusia. Mereka melanggar aturan perang seperti menggunakan senjata non-tradisional, secara rutin dan sengaja menyerang lokasi warga sipil, termasuk prajurit yang sudah terluka, bahkan mayat para prajurit.

Terlepas dari kondisi yang tidak manusiawi, warga sipil saat ini berlindung di wilayah pabrik Azovstal yang masih dikontrol militer Ukraina. Kondisi seperti itu adalah bencana kemanusiaan yang nyata, yang sengaja dibuat oleh Federasi Rusia. Warga sangat kekurangan makanan, obat-obatan, kebersihan dan peralatan pelindung pribadi. Akibat kerusakan total infrastruktur dan perumahan, kota Mariupol tidak ada lagi.

Waktu semakin habis, penjajah telah membobol sebagian wilayah pabrik Azovstal, jika terlambat, setiap menit sangat membahayakan bagi semua orang yang berlindung di wilayah pabrik.

Oleh karena itu, kami menyerukan kepada PBB, Sekjen PBB, dan para pemimpin regional di seluruh dunia untuk segera memulai prosedur "ekstraksi" evakuasi warga sipil, semua yang terluka, mayat para korban dan prajurit Ukraina dari Mariupol yang diblokade.

Dengan bantuan langsung dari tokoh-tokoh internasional, kita masih memiliki kesempatan untuk menyelamatkan nyawa banyak orang. Kami menyerukan tindakan tegas oleh komunitas internasional untuk:

Segera menyuarakan gencatan senjata dengan jaminan dari kedua belah pihak di Mariupol;

Menyediakan pihak ketiga yang memantau gencatan senjata agar berjalan sesuai prosedur;

Mengevakuasi warga sipil dan prajurit Ukraina lewat jalur laut ke wilayah yang dikendalikan oleh pemerintah Ukraina atau ke wilayah negara perantara ketiga.

Meski bernama evakuasi laut, namun penyelamatan warga ini bisa juga diselingi melalui jalur kemanusiaan di darat untuk warga sipil dan militer Ukraina ke wilayah yang dikendalikan oleh pemerintah Ukraina atau ke negara perantara ketiga.

Tandatangani petisi dengan satu klik

Lihat halaman petisi

Di Change.org, kami percaya pada suara masyarakat. Adakah yang ingin kamu ubah?


Apakah email ini membantu?

1
2
3
4
5

Tidak membantu

Membantu