Thursday, August 4

Ikut blokir kominfo?

Kementerian Kominfo kok seneng banget ya blokir-blokir website, Fay?

Kemarin mereka baru aja ngeblokir banyak banget website, misalnya Paypal, Steam, DOTA, dan lain-lainnya. Ini tuh, nyusahin banget, terutama buat para konten kreator!

GUGAT KOMINFO STOP MAIN BLOKIR TIDAK JELAS! MENDING BLOKIR SITUS JUDI!

10.773 orang telah menandatangani petisi Fiqi Amd. Ayo capai target 15.000!

Tandatangani petisi dengan satu klik

Salah satu yang dirugikan itu aku, Fay. Aku adalah konten kreator yang biasa pakai website-website tadi. Tapi gara-gara diblokir, gimana caranya aku mau kerja?

Yang bikin aku lebih bingung lagi, website judi online malah tetap boleh diakses. Gimana, sih?

Untungnya, sekarang website kayak Paypal dan Steam sih udah dibuka websitenya. Tapi cuma sementara. 

Makanya lewat petisi ini aku butuh bantuan Fay supaya kita minta Kemkominfo stop blokir-blokir situs yang sebenarnya mendatangkan penghasilan buat banyak orang.Lebih baik mereka fokus ke situs-situs seperti judi online.

Bantu suarakan bersama ya, Fay! Ajak juga teman-temanmu ya. Tanda tanganmu bisa membantu banget untuk kemajuan internet kita semua.

Salam, 

Fiqi Amd 

Tandatangani petisi dengan satu klik

Lihat halaman petisi

Di Change.org, kami percaya pada suara masyarakat. Adakah yang ingin kamu ubah?


Apakah email ini membantu?

1
2
3
4
5

Tidak membantu

Membantu

Wednesday, August 3

Anggota DPRD Euro Trip.

Tiap tahun anggota dewan dibayarin hura-hura ke Eropa sampai belasan miliar?

Fay, lagi-lagi anggota DPRD Riau buang-buang anggaran untuk kunjungan kerja. Kali ini ke Eropa dan jumlahnya gak tanggung-tanggung, Rp 16,7 Miliar buat sekali kunjungan. 

Rp 16​.​7 M. Duit Rakyat Hanya untuk Hura-Hura Kunker DPRD Riau. Ayo Gubri Tegas Batalkan !

6.709 orang telah menandatangani petisi Taufik Sip. Ayo capai target 7.500!

Tandatangani petisi dengan satu klik

Gak hanya sekali. 2019 lalu, anggota DPRD Riau juga mengalokasikan Rp 17,3 miliar. 2020 dan 2021 yang jelas-jelas masih pandemi juga dianggarkan belasan miliar rupiah. Hasil kunjungannya apa? Gak pernah dipublikasikan ke publik. 

Mereka ngapain aja selama kunjungan kerja? Gak tahu juga, wong gak pernah juga dikomunikasikan ke publik. Di lapangan pun, setelah kunjungan kerja, gak keliatan ada perubahan atau perbaikan pembangunan di Riau. Masih sama saja. 

Inilah yang membuat kami bertanya-tanya. Sebenarnya anggota dewan ini beneran kunjungan kerja atau hura-hura aja? Padahal 16,7 Miliar yang dianggarkan itu bisa digunakan untuk keperluan masyarakat yang lebih luas. 

Misalnya aja, untuk anggaran pendidikan. Kalau dihitung-hitung 16,7 Miliar ini bisa digunakan untuk ngasih beasiswa ke 3.663 mahasiswa yang kesulitan membayar biaya kuliah tahun ini akibat pandemi. 

Karena itulah, kami akhirnya buat petisi. Agar Gubernur & DPRD Riau membatalkan anggaran belasan miliar untuk kunjungan kerja anggota DPRD Riau. Serta, mengalokasikan anggarannya untuk beasiswa bagi mahasiswa S1,S2, dan S3 ke dalam perubahan APBD Riau tahun 2023. 

Soalnya kalau anggaran kunker belasan miliar seperti ini terus dibiarkan, maka sama aja dengan kita, rakyat membiarkan pajak yang kita bayar digunakan untuk hura-hura anggota dewan. 

Dukung dan sebar petisi ya Fay, sama-sama kita kawal terus petisi ini.

Salam,
Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran Riau

Tandatangani petisi dengan satu klik

Lihat halaman petisi

Di Change.org, kami percaya pada suara masyarakat. Adakah yang ingin kamu ubah?


Apakah email ini membantu?

1
2
3
4
5

Tidak membantu

Membantu